KONTAK |  KEGIATAN | REKOMENDASI BUKU |

  • CM
    • Sekapur Sirih
    • Profil Charlotte Mason
    • 20 Butir Filosofi CM
    • Serial Home Education
    • Leksikon Metode CM
    • Bahan Belajar Metode CM
  • CMid
    • Tentang CMid
    • Keanggotaan CMid
  • KOLOM
  • PODCAST
CMIndonesia.com
  • BAHAN BELAJAR
    • PRINTABLES
      • KERTAS BERGARIS
    • REKOMENDASI BUKU #1
  • CYB
    • DESKRIPSI CYB
    • RESELLER & DROPSHIPPER
  • ARTIKEL
    • Opini
    • Resensi
    • Sosok
    • Tanya Jawab
    • Wawancara
    • Praktik CM
    • Refleksi CM
    • Pengasuhan
    • Pengembangan Diri
    • Kata Riset
    • Mancanegara
  • BERITA
  • CM
    • Sekapur Sirih
    • Profil Charlotte Mason
    • 20 Butir Filosofi CM
    • Serial Home Education
    • Leksikon Metode CM
    • Bahan Belajar Metode CM
  • CMid
    • Tentang CMid
    • Keanggotaan CMid
  • KOLOM
  • PODCAST
  • BAHAN BELAJAR
    • PRINTABLES
      • KERTAS BERGARIS
    • REKOMENDASI BUKU #1
  • CYB
    • DESKRIPSI CYB
    • RESELLER & DROPSHIPPER
  • ARTIKEL
    • Opini
    • Resensi
    • Sosok
    • Tanya Jawab
    • Wawancara
    • Praktik CM
    • Refleksi CM
    • Pengasuhan
    • Pengembangan Diri
    • Kata Riset
    • Mancanegara
  • BERITA
June 8, 2012  |  By Ellen K In Pengasuhan
Teknik Disiplin Terburuk #8
"Nakal!" "Bodoh!" Mempermalukan masih jadi teknik yang umum dipakai. (Dok. Istimewa)
"Nakal!" "Bodoh!" Mempermalukan masih jadi teknik yang umum dipakai. (Dok. Istimewa)
Post Views: 193

Dalam buku Discipline yang ditulisnya, psikoterapis spesialis masalah keluarga James Windell menyebut tindak mempermalukan sebagai teknik disiplin terburuk kedelapan dari sepuluh yang sering dikerjakan oleh orangtua.

Apakah kita sungguh ingin anak-anak tumbuh kuat secara emosional dan nyaman dengan diri mereka sendiri? Jika ya, maka Windell berharap mempermalukan atau merendahkan atau mengucapkan hal-hal yang menghina mereka harus disingkirkan dari perbendaharaan teknik disiplin kita.

Yang dimaksud dengan mempermalukan atau merendahkan adalah kata-kata yang membuat anak merasa kecil (“Kenapa tingkahmu seperti anak bayi?”), merasa tidak mampu (“Kamu itu sudah besar, tapi kelakuanmu kok seperti anak kecil!”), merasa bodoh (“Tolol sekali! Masa begitu saja tidak bisa sih?”), dan merasa tak aman (“Mama tidak tahan pada kalian! Mama mau pergi, pergi selama-lamanya!”).

Beberapa anak balita bermain bersama sementara ibu-ibu mereka mengawasi sambil mengobrol sendiri. Ibu S dan anaknya M terlibat di sana.

Suatu saat M mengambil mainan yang sedang dimainkan oleh temannya. Kedua anak itu akhirnya berebut dan menangis.

Karena tak enak hati, ibu S buru-buru memukul tangan M sambil membentak, “Kembalikan! Nakal kamu!” Lalu sambil berpaling ke arah ibu-ibu yang lain, ia berkata, “Memang anak ini bandel. Di rumah juga begitu, senangnya bikin rusuh.”

Mempermalukan adalah teknik yang umum sekali dipakai orangtua di mana-mana, bahkan di keluarga-keluarga yang paling ‘manis’ dan tak pernah melakukan kekerasan fisik. Bukan hanya orangtua. Kata-kata yang pedas seperti ini juga sering terdengar dilontarkan oleh guru-guru di sekolah.

Studi di Kanada menemukan bahwa hanya 4% anak yang merasa tidak pernah mengalami dipermalukan oleh orangtua dalam arti “pernyataan-pernyataan yang menolak, merendahkan, meneror, mengkritik secara destruktif, atau menghina” (Solomon & Serres, 1999).

Windell menegaskan: Tak seorang pun ayah atau ibu (atau guru), kalau dia betul-betul ingin anak memiliki percaya diri yang kuat, akan coba-coba mempermainkan harga diri anak, menggodanya dengan ‘candaan’ menghina terus-terusan, atau memakai bahasa sarkastis, meremehkan, atau komentar-komentar lain yang meruntuhkan martabat anak, apalagi di hadapan teman-temannya. (Bersambung)

 

Serial artikel 10 Teknik Disiplin Terburuk:
1.  Kekerasan Fisik
2.  Paksaan/Ancaman
3.  Teriakan/Bentakan
4.  Tuntutan Seketika
5.  Nagging (Desakan)
6.  Ceramah Moral
7.  Reaksi Emosional Berlebihan
8.  Mempermalukan
9.  Memasang Perangkap
10. Membangkitkan Rasa Bersalah Berlebihan

Facebook Comments

Article by Ellen K

Ellen Kristi. Ibu tiga anak homeschooler, praktisi metode CM dan penulis buku "Cinta Yang Berpikir", berdomisili di Semarang. Dapat dihubungi lewat ellenkristi@gmail.com

Previous StoryTeknik Disiplin Terburuk #7
Next StoryTeknik Disiplin Terburuk #9

Related Articles

  • ular naga_736_420
    Apa Ruginya Kalau Anak Tidak Kenal Ninabobo dan Tembang Dolanan?
    View Details
  • tumbang anak_736_420
    Menguatkan Fondasi Proses Belajar Anak Sejak Usia Dini
    View Details

no replies

Leave your comment Cancel Reply

(will not be shared)

Charlotte Mason Indonesia

Media informasi pendidikan karakter. Menyajikan beragam berita, gagasan filosofis sampai tips dan trik bagi orang tua dan guru agar berhasil mendidik anak menjadi pribadi yang “berpikir tinggi, hidup membumi.”

Cinta yang Berpikir. Penulis: Ellen Kristi

Terbaru

  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #9 October 8, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #12 October 4, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #8 September 13, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11 September 1, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #7 August 26, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #10 August 2, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #6 July 18, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #9 July 2, 2024
  • Surat Terbuka CMid tentang Kebijakan “Sastra Masuk Kurikulum” June 3, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #5 June 16, 2023

Arsip

Charlotte Mason Indonesia

Alamat
Jl. Jeruk VII/24
Semarang 50249

Jam Kegiatan:
Senin—Jumat: 9:00AM–5:00PM

POPULER

  • Rekomendasi Buku Lokal dan Terjemahan Selain AO 46 views | 0 comments | by admin | posted on November 8, 2021
  • Pengantar Rekomendasi “Living Books” Tim Kurikulum CMid 32 views | 0 comments | by admin | posted on November 10, 2021
  • Menyembuhkan Anak dari Kebiasaan Berlambat-lambat, Melamun dan Menunda-nunda 27 views | 0 comments | by Ellen K | posted on April 17, 2020
  • Rekomendasi Buku Terjemahan AO 26 views | 0 comments | by admin | posted on November 9, 2021
  • “Living Books”, Apa Itu? 23 views | 0 comments | by Ellen K | posted on February 11, 2015

KOMENTAR TERKINI

  • Ellen K on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11
  • sari kartika on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11
  • Ellen K on Mengapa Siswa Belajar Demi Nilai Bagus, Bukan Mencari Ilmu?
  • Arizul Suwar on Mengapa Siswa Belajar Demi Nilai Bagus, Bukan Mencari Ilmu?
  • Ellen K on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #5
  • Wijayanti on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #5

Visitors

Today: 389

Yesterday: 648

This Week: 29463

This Month: 127074

Total: 1163478

Currently Online: 100

Copyright ©2011-2021 Charlotte Mason Indonesia. All Rights Reserved. || Web Development: Whoups Creative Co.