KONTAK |  KEGIATAN | REKOMENDASI BUKU |

  • CM
    • Sekapur Sirih
    • Profil Charlotte Mason
    • 20 Butir Filosofi CM
    • Serial Home Education
    • Leksikon Metode CM
    • Bahan Belajar Metode CM
  • CMid
    • Tentang CMid
    • Keanggotaan CMid
  • KOLOM
  • PODCAST
CMIndonesia.com
  • BAHAN BELAJAR
    • PRINTABLES
      • KERTAS BERGARIS
    • REKOMENDASI BUKU #1
  • CYB
    • DESKRIPSI CYB
    • RESELLER & DROPSHIPPER
  • ARTIKEL
    • Opini
    • Resensi
    • Sosok
    • Tanya Jawab
    • Wawancara
    • Praktik CM
    • Refleksi CM
    • Pengasuhan
    • Pengembangan Diri
    • Kata Riset
    • Mancanegara
  • BERITA
  • CM
    • Sekapur Sirih
    • Profil Charlotte Mason
    • 20 Butir Filosofi CM
    • Serial Home Education
    • Leksikon Metode CM
    • Bahan Belajar Metode CM
  • CMid
    • Tentang CMid
    • Keanggotaan CMid
  • KOLOM
  • PODCAST
  • BAHAN BELAJAR
    • PRINTABLES
      • KERTAS BERGARIS
    • REKOMENDASI BUKU #1
  • CYB
    • DESKRIPSI CYB
    • RESELLER & DROPSHIPPER
  • ARTIKEL
    • Opini
    • Resensi
    • Sosok
    • Tanya Jawab
    • Wawancara
    • Praktik CM
    • Refleksi CM
    • Pengasuhan
    • Pengembangan Diri
    • Kata Riset
    • Mancanegara
  • BERITA
December 21, 2016  |  By Ellen K In Kata Riset
Masih Banyak Orangtua Indonesia Didik Anak dengan Kekerasan
Kekerasan fisik masih acap digunakan untuk mendidik anak. (Dok. Istimewa)
Kekerasan fisik masih acap digunakan untuk mendidik anak. (Dok. Istimewa)
Post Views: 317

Mayoritas orangtua Indonesia masih melakukan kekerasan, baik psikologis maupun fisik, dalam mendidik anak. Begitu temuan Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sampai akhir 2016 ini.

“Orangtua Indonesia (yang) masih menggunakan cara-cara kekerasan mencapai 54,80 persen,” ungkap Direktur Statistik Ketahanan Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Thoman Pardosi, saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Rabu (21/12).

Jika digolongkan menurut jenis kekerasannya, didapati 23,17% rumah tangga menggunakan cara-cara kekerasan psikologis dan fisik untuk mendidik anak; 21,48% hanya menggunakan kekerasan psikologis; dan 10,16% yang hanya menggunakan kekerasan fisik.

Kekerasan psikologis yang paling sering digunakan orangtua menurut survei adalah membentak atau menakut-nakuti anak (41,86%). Sementara itu, kekerasan fisik yang paling sering dilakukan adalah dengan mencubit atau menjewer anak (30,9%).

“Cara-cara kekerasan yang dilakukan orangtua dalam mendidik anak ternyata berhubungan positif dengan tingkat pendidikan orangtua,” katanya. Menurut data BPS dan Kementerian PPPA, sebanyak 44,07% kepala rumah tangga berpendidikan sarjana mendidik anak dengan kekerasan, lebih rendah dibandingkan yang berpendidikan SMA/sederajat (51,87%), SMP/sederajat (56,37%), SD/sederajat (56,77%), dan yang tidak punya ijazah SD (59,71%).

Meskipun lebih rendah angkanya, menurut Thoman masih terlihat bahwa orangtua berpendidikan tinggi pun masih banyak yang belum memahami cara-cara mendidik anak yang tepat dan tanpa kekerasan. Padahal, didikan dengan kekerasan akan berdampak pada ketahanan psikologis anak dan keharmonisan keluarga.

“Lingkungan ramah anak terbangun dari sikap anti kekerasan dalam mendidik anak, itu harus diterapkan mulai dari lingkungan keluarga,” tegas Thoman. (EK)

Sumber: Antara

Facebook Comments

Article by Ellen K

Ellen Kristi. Ibu tiga anak homeschooler, praktisi metode CM dan penulis buku "Cinta Yang Berpikir", berdomisili di Semarang. Dapat dihubungi lewat ellenkristi@gmail.com

Previous StoryUN Jalan Terus, Pegiat Pendidikan Sesalkan Keputusan Presiden
Next StoryDilanjutkannya UN Bisa Hambat Karakter Integritas, Kata Pendidik

Related Articles

  • Kolom_Gaya Belajar
    Mitos Gaya Belajar dan Salah Kaprah Kecerdasan Majemuk
    View Details
  • Ayah dan putri kecilnya. (Dok. Agus Budi Santoso)
    Oksitosin Bikin Ayah Lebih Sayang Anak
    View Details

no replies

Leave your comment Cancel Reply

(will not be shared)

Charlotte Mason Indonesia

Media informasi pendidikan karakter. Menyajikan beragam berita, gagasan filosofis sampai tips dan trik bagi orang tua dan guru agar berhasil mendidik anak menjadi pribadi yang “berpikir tinggi, hidup membumi.”

Cinta yang Berpikir. Penulis: Ellen Kristi

Terbaru

  • Рейтинг Казино Пинко: отзывы о самых популярных играх June 22, 2026
  • 1win Mobile App: Ставки на ходу June 22, 2026
  • hello world June 22, 2026
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #9 October 8, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #12 October 4, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #8 September 13, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11 September 1, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #7 August 26, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #10 August 2, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #6 July 18, 2024

Arsip

Charlotte Mason Indonesia

Alamat
Jl. Jeruk VII/24
Semarang 50249

Jam Kegiatan:
Senin—Jumat: 9:00AM–5:00PM

KOMENTAR TERKINI

  • Ellen K on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11
  • sari kartika on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11
  • Ellen K on Mengapa Siswa Belajar Demi Nilai Bagus, Bukan Mencari Ilmu?
  • Arizul Suwar on Mengapa Siswa Belajar Demi Nilai Bagus, Bukan Mencari Ilmu?
  • Ellen K on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #5
  • Wijayanti on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #5

Visitors

Today: 509

Yesterday: 631

This Week: 21809

This Month: 102688

Total: 1172723

Currently Online: 113

Copyright ©2011-2021 Charlotte Mason Indonesia. All Rights Reserved. || Web Development: Whoups Creative Co.