KONTAK |  KEGIATAN | REKOMENDASI BUKU |

  • CM
    • Sekapur Sirih
    • Profil Charlotte Mason
    • 20 Butir Filosofi CM
    • Serial Home Education
    • Leksikon Metode CM
    • Bahan Belajar Metode CM
  • CMid
    • Tentang CMid
    • Keanggotaan CMid
  • KOLOM
  • PODCAST
CMIndonesia.com
  • BAHAN BELAJAR
    • PRINTABLES
      • KERTAS BERGARIS
    • REKOMENDASI BUKU #1
  • CYB
    • DESKRIPSI CYB
    • RESELLER & DROPSHIPPER
  • ARTIKEL
    • Opini
    • Resensi
    • Sosok
    • Tanya Jawab
    • Wawancara
    • Praktik CM
    • Refleksi CM
    • Pengasuhan
    • Pengembangan Diri
    • Kata Riset
    • Mancanegara
  • BERITA
  • CM
    • Sekapur Sirih
    • Profil Charlotte Mason
    • 20 Butir Filosofi CM
    • Serial Home Education
    • Leksikon Metode CM
    • Bahan Belajar Metode CM
  • CMid
    • Tentang CMid
    • Keanggotaan CMid
  • KOLOM
  • PODCAST
  • BAHAN BELAJAR
    • PRINTABLES
      • KERTAS BERGARIS
    • REKOMENDASI BUKU #1
  • CYB
    • DESKRIPSI CYB
    • RESELLER & DROPSHIPPER
  • ARTIKEL
    • Opini
    • Resensi
    • Sosok
    • Tanya Jawab
    • Wawancara
    • Praktik CM
    • Refleksi CM
    • Pengasuhan
    • Pengembangan Diri
    • Kata Riset
    • Mancanegara
  • BERITA
January 13, 2017  |  By admin In Berita
Pakar: Budaya Paramiliteristik di Lembaga Pendidikan Sipil Harus Direvolusi
Post Views: 811
Anggi Aulina. Dok: istimewa

Jakarta, CM Indonesia – Berulangnya kematian taruna baru akibat penganiayaan sejumlah seniornya menunjukkan bahwa tradisi kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta bersifat struktural dan butuh solusi mendasar. Demikian pendapat para pakar.

“Dengan fakta adanya siklus kekerasan atau rotation of violence culture, ini berarti masalahnya bersifat struktural, jadi secara sosiologis-kriminologis, kita tidak bisa menyalahkan oknum atau individu pelaku saja,” terang kriminolog Anggi Aulina Harahap saat dihubungi di Jakarta (13/1).

Budaya kekerasan muncul karena lingkungan lembaga sipil kedinasan mengadopsi nilai kepatuhan a la militer secara keliru. Di dunia militer, penggunaan disiplin fisik mengikuti metodologi tertentu dan ada kontrolnya. Namun, di lembaga pendidikan sipil, hukuman fisik malah menjadi alat kekuasaan dalam relasi senioritas.

“Harusnya lembaga modern meninggalkan kultur paramiliteristik ini, jangan mewariskan kekerasan sebagai sarana disiplin,” tambah Anggi yang mengusulkan adanya restrukturisasi ulang fungsi pendidikan sekolah kedinasan.

Sorotan pada faktor lingkungan juga dilontarkan oleh Najeela Shihab. “Tindak kekerasan bukan cuma soal korban dan pelaku, tapi tentang lingkungan yang memancing kekerasan,” ujar psikolog dan pendiri Sekolah Cikal tersebut. Namun asal ada upaya yang tepat, menurutnya perubahan budaya di sekolah bisa terjadi.

Sementara, pemerhati pendidikan Doni Koesoema beranggapan budaya kekerasan di STIP hanya bisa diakhiri jika ada revolusi mental dalam berpikir. “Selama kalangan staf maupun mahasiswa masih yakin model militeristik dibutuhkan, budaya kekerasan tetap terjadi, padahal model ini sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman,” kata penulis Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh itu.

Menanggapi lontaran DPR tentang tiga opsi untuk STIP: ditutup total, ditutup sementara, atau diawasi ketat, Doni beranggapan bahwa opsi pertama dan terakhir tidak tepat. “Ditutup total tidak baik karena tugas pemerintah menyediakan layanan bermutu. Diawasi ketat juga jangan karena justru itu bisa melahirkan kekerasan baru. Ditutup sementara, mungkin selama tiga tahun, bisa menjadi alternatif sembari mendesain sistem pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.

Diberitakan pada hari Selasa (10/1), taruna baru STIP Jakarta bernama Amirullah Adityas Putra (18) tewas akibat dianiaya para seniornya. Tragedi serupa sudah pernah terjadi di sekolah yang sama pada tahun 2014 dan 2008 dengan korban Dimas Dikita Handoko dan Bastian Agung Gultom.

Penulis: Ellen Kristi

Facebook Comments

Article by admin

Admin CMid dapat dihubungi di 081-22-88-33-904.

Previous StoryMenhub Geram Taruna STIP Tewas Dipukuli Senior
Next StoryAnanda Sukarlan: Musik Penting untuk Perkembangan Karakter Anak

Related Articles

  • capture-20221209-195803
    DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #9
    View Details
  • Yuk, kenalan dengan Charlotte Mason!
    DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #12
    View Details

no replies

Leave your comment Cancel Reply

(will not be shared)

Charlotte Mason Indonesia

Media informasi pendidikan karakter. Menyajikan beragam berita, gagasan filosofis sampai tips dan trik bagi orang tua dan guru agar berhasil mendidik anak menjadi pribadi yang “berpikir tinggi, hidup membumi.”

Cinta yang Berpikir. Penulis: Ellen Kristi

Terbaru

  • Рейтинг Казино Пинко: отзывы о самых популярных играх June 22, 2026
  • 1win Mobile App: Ставки на ходу June 22, 2026
  • hello world June 22, 2026
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #9 October 8, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #12 October 4, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #8 September 13, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11 September 1, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #7 August 26, 2024
  • DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #10 August 2, 2024
  • DIBUKA: Kelas Cinta yang Berpikir Angkatan #6 July 18, 2024

Arsip

Charlotte Mason Indonesia

Alamat
Jl. Jeruk VII/24
Semarang 50249

Jam Kegiatan:
Senin—Jumat: 9:00AM–5:00PM

KOMENTAR TERKINI

  • Ellen K on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11
  • sari kartika on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #11
  • Ellen K on Mengapa Siswa Belajar Demi Nilai Bagus, Bukan Mencari Ilmu?
  • Arizul Suwar on Mengapa Siswa Belajar Demi Nilai Bagus, Bukan Mencari Ilmu?
  • Ellen K on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #5
  • Wijayanti on DIBUKA: Sosialisasi CM dan CMid Angkatan #5

Visitors

Today: 645

Yesterday: 631

This Week: 21945

This Month: 102824

Total: 1172859

Currently Online: 195

Copyright ©2011-2021 Charlotte Mason Indonesia. All Rights Reserved. || Web Development: Whoups Creative Co.