Leksikon Metode CM

Education is an atmosphere
Tujuan pendidikan harus dicapai pertama-tama lewat teladan yang ditunjukkan oleh orangtua atau guru dalam kehidupan sehari-hari.

Education is a discipline
Tugas utama pendidik ialah membentuk kebiasaan-kebiasaan baik yang menetap dalam diri anak secara konsisten, terencana, bertahap, dan bertujuan.

Education is a life
Tugas utama pendidik berikutnya ialah menaburkan gagasan-gagasan yang berharga, luhur, dan bermakna ke benak anak-anak, ide-ide yang memiliki “daya hidup” untuk menggugah mereka berpikir, merenung, melayani, memperbaiki diri menuju ideal.

Education is a science of relationship
Ukuran keberhasilan pendidikan adalah seberapa berminat ia pada perkara-perkara di sekelilingnya, terjalinnya relasi anak dengan Tuhan, alam sekitar, dan sesama manusia, yang mendorongnya berkarya dengan penuh dedikasi di bidang apa pun yang ia tekuni.

A thinking love
Modal untuk menjadi orangtua dan pendidik pertama-tama adalah cinta yang mendalam kepada anak, tetapi bukan semata emosional, melainkan dilengkapi pula dengan pengetahuan dan perenungan.

Free afternoons
Anak butuh banyak waktu untuk bermain, beristirahat, dan mengerjakan apa saja yang dia minati, khususnya pada sore dan malam hari. Kesibukan akademis harus dibatasi dan PR sebaiknya ditiadakan.

Generous curriculum
Seperti tubuh butuh makanan yang bervariasi, demikian pula benak anak butuh suplai ide dan pengetahuan yang kaya ragam.

Habit training
Watak manusia terbentuk dari kebiasaan, dan kebiasaan-kebiasaan baik harus dilatihkan sejak dini secara teratur, terencana, dan terarah.

I am, I can, I ought, I will
Motto para siswa CM: aku mengenali diriku sebagai makhluk Tuhan yang berharga bagi-Nya, aku yakin punya potensi untuk menjadi manusia berguna, aku sadari kewajiban moralku, dan aku akan menunaikannya.

Living books
Buku-buku berkualitas dan inspiratif, materi utama pendidikan CM.

Magnanimity
Ideal tertinggi hasil pendidikan karakter, manusia yang cendekia, berbudaya, otentik, profesional, punya idealisme tinggi tapi mampu hidup-berkarya membumi.

Masterly inactivity
Sikap fasilitator pendidikan (orangtua maupun guru) yang mengarahkan tanpa mendikte, memberi ruang luas bagi anak bereksplorasi tanpa kebablasan menjadi cuek atau dikendalikan anak, keseimbangan antara kebebasan dan respek pada otoritas.

Mother culture
Ibu (juga ayah) sebagai agen utama pendidikan mesti menjaga keseimbangan jiwa-raganya agar dirinya senantiasa segar saat mendampingi anak, serta terus bertumbuh dalam watak luhur dan berbudaya. Gaya hidup sehat, cukup istirahat, suka membaca beragam buku, bahkan menikmati me time secara berkala untuk mengerjakan hobi positif dan berkomunitas adalah beberapa hal yang disarankan CM.

Narration
Metode belajar sentral dalam metode CM, yakni meminta siswa mereproduksi pengetahuan yang diserapnya secara otentik. Anak menceritakan kembali bacaan, amatan, atau pengalamannya dengan berbagai cara.

Nature study
Proses belajar tentang alam sekaligus menjalin relasi intim dengan alam. Caranya, mengamati baik-baik dan merekamnya dalam jurnal.

Nature walk
Berjalan-jalan di lingkungan yang masih alami. Kegiatan yang penting agar anak-anak tumbuh sehat, gembira, dan peka pada sekeliling.

Outdoor life
Mengajak anak berkegiatan di luar tembok ruangan, makin sering makin baik.

Short lessons
Sesuaikan durasi belajar akademis anak dengan kapasitas rentang perhatiannya. Lebih baik belajar singkat dengan konsentrasi penuh, daripada lama tapi pikirannya melayang ke mana-mana.

Single reading
Tidak ada siaran ulang. Materi akademis yang harus dinarasikan hanya dibaca sekali saja. Prinsip yang penting untuk meningkatkan kemampuan anak fokus memperhatikan.

Twaddle
Buku berkualitas rendah, garing, tidak menginspirasi anak ke perkara luhur, yang tidak layak menjadi bahan bacaan anak, sekalipun kemasannya mewah atau populer di pasaran.

Way of reason
Hukum nalar manusia yang patut dikenali oleh anak, agar ia tahu batas-batas kemampuan kerja nalarnya sendiri.

Way of the will
Hukum kehendak manusia yang patut dikenali oleh anak, agar ia bisa tahu betul yang ia kehendaki, lalu mensinkronkan pikiran dan tindakan agar kehendaknya itu betul-betul terwujud.